Laman

Kamis, 13 Januari 2011

DASAR-DASAR PENDIDIKAN AKHLAK

A K H L A K

Pengertian Akhlak
Akhlak (B.Arab)  : berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku (tabi`at) dan adat
                             kebiasaan.
Budi pekerti (akhlak) itu ada yang baik dan ada yang tidak baik. Akhlak yang baik disebut Akhlakul Mahmuudah. Sedangkan akhlak yang tidak baik disebut Akhlakul Madzmuumah.
Tujuan Akhlak : Agar setiap orang berbudi keperti (berakhlak), bertingkahlaku
                          (Tabi`at), berperanagai atau beristiadat yang baik, yang seuai dengan
                          dasar-dasar Akhlak yaitu ajaran Islam.
Dasar-dasar Akhlak
Yang menjadi dasar Akhlak  dan alat ukur yang menyatakan bahwa akhlak seseorang baik atau buruk, adalah Al-Qur`an dan Sunnah. Apa yang baik menurut Al-Qur`an dan Sunnah, itulah yang baik untuk dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya apa yang buruk menurut Al-Qur`an dan Sunnah, berarti iu tidak baik dan harus dijauhi.

Akhlakul Mahmuudah
1. Al-Amaanah  : Jujur, dapat dipercaya
2. Al-Aliefah : Disenangi
3. Al-`Afwu : Pemaaf, memaafkan
4. Aniesatun : Manis muka
5. Al-Khairu : Baik, kebaikan
6. Al-Khusyu` : Tekun sambil tunduk diri
7. Adh-Dhiyaafah : Menghormati tamu
8. Al-Ghufraan : Suka memberi maaf
9. Al-Hayaa-u : Malu kalau diri tercela
10.Al-Hilmu : Menahan diri dari ma`siat
11.Al-Hukmu bil `Adli : Menghukum
     secara adil
12.Al-`Ikha-u : Menganggap bersaudara
13.Al-Ihsaan : Berbuat baik
14.Al-`Ifaafah : Memelihara kesucian diri 

15. Al-Muruaah : Berbudi tinggi                        
16. An-Nadhaafah : Bersih
17. Ar-Rahmah : Belas kasih        
18. As-Sakhaa-u : Pemurah                                 19. As-Salaam : Keselamatan              
20. Ash-Shaalihaat : Beramal saleh                 
21. Ash-Shabru : Berlaku Shabar                   
22. Ash-Shidqatu : Benar / jujur                  
23. Asy-Syaj`ah : Berani dalam benar                                                                                   
24. At-Ta`awwun : Bertolong- tolongan                                                                                      25. `Izzatun Nafsi : Berjiwa kuat                                                                                                                                                                                                                                                     26. At-Tadharru : Merendah diri kepada                                                                                    
      Allah.
27. At-Tawaadhu : Merendah diri
      terhadap manusia
28. Qana`ah : Merasa cukup atas apa
      yang ada.






  Akhlaakul Madzmuumah
1.  Anaaniah : Egois                  
2.  Al-Baghyu : Lacur 
3.  Al-Bukhlu : Kikir       
4.  Al-Buhtaan : Berdusta                      
5.  Al-Khamru : Peminum Khomr            
6.  Al-Khiaanah : Khianat           
7.  Adh-Dhulmu : Aniaya 
8.  Al-Jubun : Pengecut                         
9.  Al-Fawaahisy : Dosa besar  
10. Al-Ghadab : Pemarah                      
11. Al-Ghasysyu : Mengecoh    
12. Al-Ghiebah : Mengumpat   
13. Al-Ghinaa : Mersa tidak perlu yang
       lain  
14. Al-Ghuruur : Memperdayakan 
15. Al-Hayaatud Dunyaa : Kehidupan
      dunia         
16. Al-Hasad : Dengki  
17. Al-Hiqdu : Dendam                
                                     
                                   
                                   
                                   
                                   
           
                                   
           
                                               
                       

18. Al-Ifsaad : Berbuat kerusakan
19. Al-Intihaar : Menjerumuskan/bunuh  
      diri
20. Al-Israaf : Berlebihan
21. Al-Istikbar : Takabur
22. Al-Kazbu : Bohong
23. Al-Kufraan : Mengingkari ni`mat
24. Al-Liwaathan : Homoseksual
25. Al-Makru : Penipuan
26. An-Namiemah : Mengadu domba
27. Qatlun-Nafsi : Membunuh
28. Ar-Ribaa : Memakan Riba
29. Ar-Riyaa : Mencari muka
30. As-Sikhriyaah : Berolok-plok
31. As-Sirqah : Mencuri
32. Asy-Syahwaat : Pengikut hawa nafsu 33. At-Tabdzier : Menyia-nyiakan
34. At-Tanaabuzu Bil Alqaab : Melebih-
      lebihkan gelar

KEWAJIBAN DAN AKHLAK MANUSIA

1. Kewajiban Manusia terhadap Dirinya
    a. Memelihara kesucian diri, baik jasmaniah maupun rohaniah.
    b. Memelihara kerapian diri
    c. Berlaku tenang (tidak terburu-buru).
    d. Menambah pengetahuan
    e. Membina disiplin Pribadi

2. Akhlak dan Kewajiban Manusia terhadap Tuhannya
    a. Beriman : Meyakini bahwa Dia sungguh-sungguh ada.
    b. Tha`at : Melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
    c. Ikhlash : Yaitu kewajiban manusia beribadah hanya kepada Allah dengan
                        ikhlash dan pasrah, tidak boleh beribadah selain kepada-Nya. Dalam
                        ibadah  kepada-Nya wajib mengikuti ketentuan-Nya sebagaimana yang
                        diajarkan dan diontohkan oleh Rasul-Nya.   
    d. Tadlarru dan Khusyu : Dalam beribadah kepada Allah hendaknya bersifat
                                                sungguh-sungguh, merendah diri serta khusyu kepada-
                                                Nya.
    e. Ar-Raja dan ad-Du`a : Manusia harus mempunyai pengharapan (arRaja/optimis)
                                             
                                              bahwa Allah akan memberikan rahmat kepadanya.
    f. Husnud-dhan : Yaitu sikap manusia berbaik sangka kepada Allah. Jangan
                                  mempunyai prasangka buruk kepada Allah.
    g. Tawakkal : Mempercayakan diri kepada-Nya dalam melaksanakan sesuatu
                           pekerjaan yang telah direncanakan dengan mantap.
    h. Tasyakkur dan Qana`ah : Berterimakasih atas pemberian Allah dan merasakan
                                                    kecukupan atas pemberian-Nya.
    i. M a l u : Sikap malu lebih patut ditunjukkan kepada Allah, yang dengan sikap
                     tersebut seorang mu`min malu mengerjakan kejahatan dan malu
                     ketinggalan dalam kebaikan.                   
    j. Taubat dan Istighfar : Manusia tidak lepas dari dosa dan noda. Dalam keadaan
                                             terjerumus ke dalam suatu dosa, hendaklah segera
                                             mengingat Allah, menyesali perbuatannya, memohon
                                             ampun  (istighfar) serta kembali (taubat) dengan sebenar-
                                             benarnya.


3. Akhlaq dan Kewajiban Manusia kepada Rasulullah
    a. Menerima ajaran yang dibawanya.
    b. Mengikuti Sunnahnya. Adalah kewajiban bagi ummat untuk mengikuti jejaknya
        baik dalam ibadah maupun dalam akhlaknya.       
    c. Mengucapkan Salam dan Shalawat kepadanya.
4. Prinsip-prinsip Akhlaq dalam Lingkungan Keluarga:
  
    a. Akhlaq Suami terhadap Isteri
        - menggauli isteri dengan sopan                 - memberikan nafkah lahir
        - memberikan nafkah bathin                        - menyimpan rahasia isteri

    b. Akhlaq Isteri terhadap Suami
        - patuh kepada suami                                  - tinggal bersama suami
        - melayani suami di tempat tidur                  - tidak ke luar rumah tanpa izin suami
        - mengurus harta suami                               - menyimpan rahasia suami.
        - berterimakasih atas pemberian suami
       
    c. Akhlaq Orangtua kepada Anak
        - menjaga keselamatan anak   - memberikan pakaian dan tempat tidur yanglayak
        - mendu`akan keselamatan anak-anaknya        - menghitankan
        - mengaqiqahkan                                                - memberikan ilmu
        - menyusukan dan memberi makan        - mengawinkan jika sudah mencapai  
                                                                           baligh
    d. Akhlaq Anak kepada Orang tuanya
        - P a t u h : Mematuhi perintah orang tua, kecuali dalam hal ma`siat
        - I h s a n : Berbuat baik kepada orang tua.
        - Berkata yang lemah lembut
        - Merendah diri
        - Berterimakasih
        - Memohon rahmat dan maghfirah
        - Setelah wafat : Shalatkan jenazahnya, memohon rahmat dan ampunan Allah,
          menyempurnakan janjinya, menghormati sahabatnya dan meneruskan jalinan
          kekeluargaan yang pernah dibina oleh keduanya.

5. Prinsip-prinsip Akhlaq dalam lingkungan tetangga
    a. kalau tetangga ingin memijam, hendaklah engkau pinjami
    b. kalau tetangga minta tolong, hendaklah engau tolong
    c. kalau tetangga sakit, jenguklah ia
    d. kalau tetangga ada keperluan, engkau beri kepadanya
    e. kalau tetangga jatuh miskin, berilah bantuan  kepadanya
    f.  kalau tetangga mendapat kesenangan, ucapkan selamat kepadanya
    g. kalau tetangga mendapat kesusahan, hiburlah dia
    h. kalau dia meninggal, engkau antarkan jenazahnya
    I . jangan engkau bangun rumah lebih tinggi dari rumahnya tanpa seizinnya
     j. jangan engkau susahkan mereka dengan bau masakanmu, kecuali engkau beri
        masakan itu
    k. jika engkau memasak gulai, maka banyakkanlah kuahnya serta perhatikanlah
        tetanggamu, kemudian hadiahkanlah sebagian daripadanya kepada tetanggamu
        dengan cara baik
     l. Jika engkau beli buah-buahan, hendaklah engkau hadiahkan juga kepadanya,
        dan kalau tidak engkau beri, bawalah masuk ke rumah dengan bersembunyi, dan
        jangan engkau beri anakmu lalu dibawa ke luar, karena nanti anak tetanggamu
        ingin buah tersebut.

6. Prinsip-prinsip Akhlaq dalam Lingkungan Perguruan

     a. Adab Guru dalam Mengajar
         - Niat Ikhlash : hendaklah guru mengajarkan ilmu yang dimilikinya dengan
                                   penuh  keikhlasan hati karena mengharapkan keridlaan Allah.
         - Kasih Sayang : hendaklah seorang guru merasa diri sebagai orangtua yang
                                      memandang siswa-siswanya seperti anaknya sendiri  dan
                                      penuh rasa kasih   sayang.
         - Hikmah kebijaksanaan : yang berarti guru harus berlaku bijaksana dalam  
                                                     mengajar.
         - Memilih suatu system dan metode mendidik yang tepat.
         - Memilih waktu yang tepat : Halini dilakukan untuk menjaga kebosanan
                                                          siswanya dalam belajar
          
         - Memberi tauladan : guru tidak hanya mengajar dalam bentuk lisan, namun
                                             terpenting adalah harus memberikan contoh perbuatan
                                             (tauladan) yang baik dan mudah ditiru oleh para siswanya          
     b. Adab Murid dalam Belajar
         - N i a t : Hendaklah seorang murid memasang niat yang suci dalam hatinya.
         - A z a m : Seorang murid harus memiliki kemauan yang keras untuk memahami   
                           suatu ilmu
         - T e k u n : Memperhatikan pelajaran dengan serius
         - Patuh dan Hormat kepada Guru

7. Moral Berdagang
    a. Jujur dalam Takaran
    b. Menjul barang yang halal
    c. Menjual barang yang baik mutunya
    d. Jangan menyembunyikan cacat barang
    e. Jangan main sumpah
     f. Longgar dan bermurah hati. Allah mengasihi orang bermurah hati waktu menjual,
        waktu membeli dan waktu menagih utang.
    g. Jangan menyaingi kawan
    h. Mencatat utang piutang
    i.  Larangan atas riba
    j.  Z a k a t : menghitung dan mengeluarkan zakat barang dagangan/modal setiap
        tahun sebanyak 2,5 % sebagai pembersih harta.
        
8. Prinsip-peinsip Aklaq dalam Kepemimpinan

    a. Akhlaq Pemimpin (Penguasa).
        - beriman dan bertaqwa
        - kelebihan rohani dan jasmani/fisik dan mental
        - berilmu pengetahuan
        - b e r a n I : berani dalam kebenaran dan bertanggungjawab serta berani
                            mengambil keputusan yang positif                           
       - J u j u r  : hanya pemimpin yang jujur dapat melaksanakan tugasnya dengan
                         ikhlas dan penuh tanggung jawab                        
       - Hikmah : dengan hikmah segala sikap dan tindakannya akan bijassana.
       - Lapang dada : memungkinkan untuk bermusyawarah dan menerima segala kritik
                                 dan saran dari orang lain. Bertindak cermat dan hati-hati
                                 berkepala dingin pada setiap persoalan yang dihadapi.                                
       - Penyantun dan pengasih.
       - Ikhlas dan rela berkorban
       - tekun dan sabar
       - memiliki sifat-sifat mahmudah dan menjauhkandiri dari sifat-sifat mazmumah.

   b. Sikap Pemimpin terhadap Rakyat
       - memelihara amanah                         - bertanggungjawab
       - a d i l                                                 - mendidik rakyat
       - melayani dan melindungi rakyat       - melaksanakan amar ma`ruf dan nahi  
                                                                     munkar

   c. Sikap Rakyat terhadap Pemimpin
       - p a t u h               : mematuhinya atas segala peraturannya
       - n a s i h a t           : menasihatinya bila ada penyimpangan
       - d u ` a                  : mendo`akannya agar mampu memimpin

9. Akhlaq terhadap Makhluq Lain

    a. Menyayangi binatang peliharaan yang halal dimakan
        - diberi makan dan minum yang cukup danteratur
        - diperhatikan kesehatannya, tempatnya bersih, dimandikan, diberi obat bila sakit
        - jangan diporsir tenaganya, jangan dianiaya (dipukul, dibanting dansebagainya)
        - bila dimanfaatkan daging atau susunya, atau tenaganya harus disebut nama
          Allah. Seperti mau dipotong, digunakan menarik gerobak, membajak dan
          sebagainya sebagai rasa syukur kepada Allah, serta keluarkan zakatnya.                   
        - jangan digukan untuk sasaran menembak, memanah, mengadu nasib (berjudi),
          adu jago, matador (adu orang dengan binatng) hal ini haram hukumnya.        
        - bila tidak mampu memelihara, hendaknya dibebaskan agar menari
          kehidupannya di alam terbuka.

    b. Binatang buas dan kotor/najis yang haram dimakan dagingnya dan najis,
         maka  cara menyayanginya adalah:
         - jangan dibunuh tanpa alas an, boleh dibunuh kalau membahayakan manusia,
           harimau yang kalap, gajah yang merusak, beruang yang mengamuk dan
           sebagainya
         - diperhatikan makan, minum, tempat tinggalnya, kesehatannya. Tetapi jangan
           terlalu dekat, baik dengan badan kita maupun tempat tinggal dan alat-alat rumh
           tangga  serta tempat ibadah kita
         - jangan dianiaya, seperti dipukul, dikurung tidak diberi makan, bila tidak
           sanggup mengurus lebih baik dilepas di hutan bebas agar terpelihara ekosistem
           lingkungan  kita.

   c. Cara merawat Tumbuh-tumbuhan
        - menanamnya dengan baik yang kita perlukan untuk memelihara lingkungan dan
          memenuhi kebutuhan pangan maupun perhiasan kita
        - menyiramnya secara teratur, terutama di musim kemarau agar tidak mati.
        - memberikan pupuk untuk kesegaran dan kesehatan tumbuh-tumbuhan
        - menyebarkannya dengan cara menanam biji atau mencangkoknya untuk
          kelestarian tumbuh-tumbuhan
        - memetiknya sesuai dengan kebutuhan, dan dianjurkan yang telah tua (matang)
          dengan tidak merusak yang belum dipetik (yang masih muda).
        - menjaga dari kerusakan, tidak membinasakannya umpamanya membakar,
          mengkoyak-oyak, merubuhkan karena marah dan sebagainya
        - mengeluarkan zakat dan sadaqah bagi tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan
          keuntungan ekonomi, seperti buah-buahan, tanaman hias yang diperjualbelikan,  
          pohon-pohon besar yang diambil kayunya untuk bangunan atau kayu bakar.

BEBERAPA  ADAB

 Adab Belajar di Rumah :
Mulai dengan berdo`a :  Rabbi zidnii `ilman, warzuqnii fahmaa.
Akhiri dengan berdo`a : Alhamdulillaahirabbil `aalamiin.

Adab Belajar di Sekolah
a. Berpakaian rapi,sesuai dengan seragam yang ditentukan
b. Datang ke sekolah tepat waktu
c. Membawa alat perlengkapan sekolah
d. Berbicara sopan dan santun
e. Mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh
f. Berdo`a sebelum dan sesudah belajar.

Adab Mandi
a. Mulai dengan membaca “Bismillaahirrahmaanirrahiim
b. Dahulukan anggota badan yang kanan
c. Guanakan sabun mandi
d. Tidak ramai di kamar mandi
e. Hindari mandi berdua, apalagi berami-ramai
f. Jangan lupa menggosok gigi dengan pasta gigi
g. Gunakan handuk pengering badan
h. Dahulukan kaki kanan ketika ke luar dari kamar mandi
i. Terakhir ucapkan “Alhamdulillaahi rabbil `aalamiin”.

Adab Berpakaian
a. Pilih pakaian yang rapid an bersih
b. Bacalah Bismillaahirrahmaanirrahiim
c. Dahulukan pakaian  yang kanan lalu yng kiri
d. Pakailah pakaian yang sopan, tidak menyolok, rapid dan menutup aurat
e. Selesai berpakaian ucapkan Alhamdulillaahirabbil `aalamiin.

Adab di Jalan
a. Ketika Bertemu dan Berpisah : Uapkan salam, dan saling mendo`akan.
b. Ketika di jalan
    1. Berjalan di tepi jalan sebelah kiri
    2. Gunakan jembatan penyebrangan, bila menyebrang. Kalau tidak ada jembatan
        penyebrangan, hati-hati dalam menyebrang
    3. Jangan bercanda di jalan, berlari-lari, teriak-teriak sehingga mengganggu
        pengguna        jalan yang lain
    4. Jangan usil di jalan, seperti corat-coret, memperolok orang yang lewat  sehingga
        memancing keributan .
    5. Jagalah kebersihan jalan, jangan buang sampah sembarangan,buanglh pada
        tempatnya
    6. Jagalah sarana umum seperti telepon,halte, wc, pagar jalan dan sebagainya.
       Jangan        dicorat-coret dan dirusak, karena untuk kepentingan kita sendiri.

Adab Sebelum dan Sesudah Tidur

Sebelum Tidur
a. Kencing dahulu, mencuci kaki dan tangan
b. Menggosok gigi
c. Menuju ke tampat tidur.
d. Sebelum memejamkan mata, berdo`a : Bismika Allaahumma ahyaa wa bismika
    amuut
e. Setelah berdo`a, mata dipejamkan.

Setelah Bangun Tidur
a. Membenahi posisi duduk setelah bangun
b. Lalu berdo`a : Alhamdulillaahi lladzii ahyaanaa ba`da maa amaatanaa wa ilaihin
    nutsuur.

Adab di Masjid

Ketika akan Masuk Masjid
1. Berpakaian rapid an sopan
2. Mendahulukan kaki kanan
3. Suci dari kotoran dan najis
4. Berwudlu terlebih dahulu
5. Sebelum masuk berdo`a : Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allahummagh firlii
    dzunuubii waftahlii abwaaba rahmatika.

Ketika di dalam Masjid
1. Masuklah dengan tenang, tidak bersuara keras apalagi bercanda, siapkan niat
    untuk  beribadah kepada Allah (`Itikaf).
2. Sebelum duduk, lakukan shalat Tahiyyatul Masjid, sebagai penghormatan terhadap
    rumah Allah yang kita muliakan
3. Bacalah al-Qur`an, tasbih, tahlil, tahmid, takbir dan dzikir lainnya dengan pelan tidak
    mengganggu jamaah yang lain.
4. Bila datangnya untuk shalat jum`at, maka datanglah lebih awal, cari tempat paling
    depan, dengarkan khutbah, tidak ngobrol atau bercanda dantiduran.
5. Ambillh pelajaran dari khutbah yang disampaikan agar shalat jum`at menjadi
    sempurna.

Ketika Keluar dari Masjid
1. Tidak berebut, dorong-dorongan, berteriak-teriak ketika keluar masjid
2. Mendahulukan kaki kiri,baru kaki kanan
3. Tidak menukar atau mengambil sandal/ sepatu dengan milik orang lain, baik
    maksud memilikinya atau menyembunyikannya.   
4. Membaca do`a  keluar masjid : Allaahumma innii asaluka min fadllika wa
    a`uudzubika    min ibliisi wa junuudihi.
5. Berjalan dengan tertib selama dalam perjalanan pulang.

Adab dan Tata cara Membaca Al-Qur`an
1. Berwudlu terlebih dahulu sebelum menyentuh, membawa dan membaca Al-Qur`an
2. Membawa Al-Qur`an dengan sopan,pakaian bersih dan menutup aurat
3. Mengmbil Al-Qur`an dengan tangan kanan dan memegangnya dengan kedua
    angan
4. Meletakkan Al-Qur`an lebih tinggi dari pada tempat duduk kita dan pada tempat
    yang bersih serta suci dari najis.  
5. Waktu membaca hendaknya menghadap kea rah kiblat dan membaca tidak
    tergesa-  gesa, tetapi tartil sesuai tajwid yang baik dan benar serta tidak sambil
    bersenda gurau
6. Membaca Al-Qur`an tidak sambil memakan makanan, baikmakanan berat maupun
    makanan ringan.
7. Memulai dengan membaca “Isti`adzah” atau “ Ta`awudz” di awal membaca Al-
    Qur`an    dan disunnahkan setelah itu membaca “Basmalah”, kecuali ketika
     membaca Surat At- Taubah (Bara`ah), maka membaca :
    ~Audzu billaahi minan naari wa min syarril    kuffaari  wamin ghadlobil
     jabbaaril `izzati lillahi wa lirasuulihi walil muminiina.   
8. Sebelum membaca Al-Qur`an, bacalah do`a sebagai berikut:  
    Allaahummaftahlanaa hikmataka wansyur `alainaa rahmataka min khajaaini
    rahmataka yaa arhamarrahimiina.   
9. Akhiri bacaan Al-Qur`an dengan membaca “ Shadaqallaahul`adhiim.

Adab dan Tata cara Berdo`a
1. Bersuci sebelum berdo`a dari kotoran dan najis
2. Berdo`a dengan hati yang khusyu`, ikhlas, dan tenang.
3. Diutamakan menghadap kiblat sambil mengangkat tangan
4. Membaca Istighfar, basmalah, dan hamdalah serta shalawat kepada Nabi
    Muhammad saw   
5. Merendahkan suara atau dengan suara lembut dan dibacakan dengan sepenuh hati
6. Berdo`a  pada waktu yang mulia, misalnya bulan Ramdhan, hari jum`at, ba`da
    shalat lima waktu, akhir malam dan sebagainya   
7. Mengulanginya berkali-kali agar seger dikabulkan Allah.
8. Berdo`a untuk sesuatu yang baik bukan berbuat maksiat
9. Menghadirkan hati kepada Allah semata
10.Diakhiri dengan membaca hamdalah dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

Adab Bertamu dan Menerima Tamu

Adab Bertamu
1. Memperhatikan waktu bertamu yang baik
2. Jangan bertamu waktu jam-jam istirahat atau tidur
3. Jangan bertamu pada jam-jam makan
4. Minta idzin dengan mengetuk pintu dan salam
5. Setelah mendapat idzin baru masuk bertamu
6. Duduklah yang baik di tempat yang telah disediakan
7. Jangan terlalau banyak memperhatikan di sekitar rumah (menyelidiki).
8. Diusahan mempercepat maksud bertamu
9. Jagalah kesopanan jangan merepotkan sahibul bait (yang punya rumah)
10.Setelah selesai maksudnya, sebaiknya cepat meninggalkan tempat, jangan lupa
     memohon maaf dan mengucapkan salam perpisahan.

Adab Menerima Tamu
1. Menjawab salam dengan jawaban yang baik
2. Sambut tamu dengan senang dan bermuka manis
3. Persilahkan masuk dan duduk
4. Menghidangkan minuman dan makanan kecil kalau ada, jangan lupa
    mempersilahkan untuk diminum dan dimakan   
5. Tanyakan maksud dan tujuan bertamu dengan ramah dan sopan
6. Tidak berkata kasar dan menyakiti hati tetamu
7. Hindarkan perbuatan dan tingkahlaku yang tidak layak dan tidak sopan
8. Usahakan dapat menyesuaikan diri dengan tamu
9. Sampaikan permohonan maaf di akhir pertemuan
10.Horma dan muliakan tamu, semoga kita termasuk golongan orang-orang yang
     beriman
Adab  Menjenguk Orang Sakit
1. Mengucapkan salam dengan suara yang lembut
2. Bertingkahlaku dengan sopan dan tenang
3. Menghindari pembicaraan yang tidak perlu
4. Menghibur dan membesarkan hati si sakit dan keluarganya dengan kata-kata yang
    baik disertai nasihat agar semakin sabar dan dekat dengan Allah    
5. Membawa sesuatu yang bermanfaat bagi si sakit atau keluarganya
6. Membacakan do`a kesembuhan untuk si sakit
7. Tidak berkunjung terlalu lama
8. Tidak merepotkan keluarga si sakit
9. Jika menjenguknya di rumah sakit sebaiknya mengikuti aturan yang ada di rumah
     sakit    tersebut
10.Jika si sakit terlihat ada tanda-tanda mendekati ajal, maka tuntunlah ia dengan
     kalimat tauhid seara perlahan dan khusyu.    
11. Membaca do`a penghibur orang sakit : Laaba’sa thahuurun insyaa-allaahu
12. Membaca do`a mohon kesembuhan : Asalullaahal `adhiim rabbal `arsyil
     `adhiimi An yasyfiyaka.
     

         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar