Laman

Kamis, 03 Februari 2011

MENUJU MA`RIFTULLAH

MENUJU MA`RIFATULLAH

Secara ringkas, untuk mencapai ma`rifatullah di kalangan sufi setidaknya harus melalui beberapa maqam (pangkat/derajat) sebagai berikut:
1.       MUATABAH : - penyesalan atau meninggalkan dosa-dosa seketika dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi.
2.       MURAQABAH:  Awas mengawasi atau berintai-intai. Suatu keadaan seseorang yang meyakini sepenuh hati bahwa Allah selalu melihat dan mengawasinya.
3.       MUJAHADAH: Penekanan nafsu dari yang menggiurkan dan pelaksanaan melawan keinginan hawa nafsu pada setiap saat. Mencurahkan keseriusan dalam melawan segala bujukan hawa nafsu dan syaitan.
4.       MUSYAHADAH: Nampaknya Al-Haq di mana alam perasaan sudah mati. Tindak lanjut ajaran ihsan.
5.       MUKASYAFAH: Terbuka tirai. Terbukanya segala tutup dari segala rahasia yang tersembunyi.
6.       MAHABBAH: Cinta. Cinta kepada Allah melebihi cintanya kepada yang selain-Nya.
7.       MA`RIFAT:  Pengetahuan yang tidak menerima keraguan lagi. Pengetahuan tentang dzat dan sifat Allah yang tidak diragukan lagi.
MUATABAH
Pembuat Dosa Lahir : - Mata, telinga, hidung, mulut, tangan, kaki, kemaluan
Cara Muatabah                 : - Mandi dengan niat taubat dan masing-masing dibacakan Istigfar
-          Baca Istighfar 7 x tiap ba`da shalat fardlu
-          Baca Istighfar 7000 x
Pembuat Dosa Bathin : -    latifah qalbi
-          Latifah ruh
-          Latifah sirri
-          Latifah khafi
-          Latifah akhfa
-          Latifah nafsunnatiq
-          Latifah kulli jasad
Cara Muatabah                 : -     Baca “Astaghfirullah wa atubu ilaihi” 7 x tiap ba`da shalat fardlu.
-            Baca Istighfar 7000 x.
MURAQABAH
Kaifiat Muraqabah :        -      Setelah shalat tahajjud, duduk iftirasy penuh sadar dan konsentrasi
                                                   menyatukan fikiran sambil dzikir menunggu saat beraudensi dengan Allah.
-          Setelah wudlu duduk dengan pakaian bersih, menekur di lantai mesjid sambil berzdikir lisan menunggu saatnya berhadapan dengan Allah degan dzauq dan basirah.
Tingkatan Muraqabah:  1. Muraqabah Qalbi : Agar tidak keluar kehadirannya kepada Allah
                                            2. Muraqabatur Ruuh: Agar merasa dalam pengawasan dan pengintaian Allah.
                                            3. Muraqabatussirri: Agar selalu meningkatkan amal ibadahnya dan  
                                                memperbaiki adabnya.
Buah Muraqabah  :   1. Sifat Malu (Haya)
-          Terhadap manusia
-          Terhadap diri sendiri
-          Terhadap Allah
                                     2. Hormat kepada Allah (Haibah)
                                     3. Memuliakan Allah (Ta`dzim).

MUJAHADAH
Melawan Hawa Nafsu. Melawan Bisikan Syaitan.
Metodenya:     
Mengurangi Makan
Latihan Amalan :  lnggeng wudlu, langgeng puasa, langgeng diam, langgeng khalwat, langgeng dzikir :    
                                 Laa Ilaaha Illallah, Langgeng hubungan bathin dengan guru, meninggalkan
                                 kekhawatiran, meninggalkan sikap menentang Allah, baik kondisi membahayakan
                                 maupun memeberi manfaat.
Ciri-ciri Bisikan Syaitan:
-          Perbuatan muncul dari bisikan hati dengan penuh semangat membara bukan dengan rasa takut kepada Allah
-          Disertai emosi yang tergesa-gesa bukan dengan cara pelan dan halus
-          Disertai dengan rasa aman-aman saja bukan disertai rasa khaup kepada Allah
-          Disertai rasa membabibuta terhadap perbuatan bukan disertai dengan mata hati (Bashirah).
MUSYAHADAH
Musyahadah dilakukan melalui pintu mati:
1.       Mati Thabi`I (Dzikir Qalbi) :
-          Pana pertama
-          Pana pi Af`al
-          Gerak dan diam adalah pada Allah
2.       Mati Ma`nawi (Dzikir Latifatur Ruh)
-          Pana kedua
-          Pana pis Sifat yang tinggal hanya sifat Allah yang Maha Sempurna.

3.       Mati Surri (Dzikir Latifatus Sirri)
-          Mulai masuk  pintu musyahadah dengan Allah. Alam wujud ditelan alam ghaib yang penuh dengan Nur Alan Nuuri.
4.       Mati Hissi (Dzikir Latifatul Khafi)
-          Menanjaknya bathin lebur dalam kebaqaan Allah. Dalam keadaan ini bersatulah abid dengan ma`bud.
Hijab Musyahadah: Kekufuran, kebodohan, suudhan terhadap Allah, Sibuk dunia lupa akhirat.
Penggagal Musyahadah: Malas (Kasl), bimbang (futur), pembosan (malal), riya, ujub, bangga pujian
                                             orang (sum`ah).  
MUKASYAFAH
1.       Mukasyafah Rububiyyah (Terbuka Tirai Ketuhanan).
Merupakan karunia dan anugerah atas kasih sayang Allah. Disebut  “Karomah”
2.       Mukasyafah Ghaibiyah (Terbuka Tirai Keghaiban).
Terkadang merupakan cobaan atau la`nat dari Allah. Disebut “Khariqul Adat”.
3.       Do`a mencri Mukasyafah : Diantaranya dapat dipakai do`a “Sarmadiyyah” dari Abu Hayyullah Al-Marzuki Al Maliki.
MAHABBAH
Syarat dan Karakteristik Mahabbah:
-          Ma`rifatullah
-          Dzikrullah
-          Taat kepada Allah
-          Ikhlas kepada Allah
-          Takut kepada Allah
-          Tawakkal kepada Allah
-          Syukur kepada Allah
-          Shabar.
Buah Mahabbah :
-          Al-Uns : Sakinah, Tumaninah
-          Wushul: Segala yang dipandang terlihat Allah
-          As-Syauq : Rindu kepada Allah.
MA`RIFAT
Ma`rifat dengan :
-          Ilmul Yaqin (Dengan dalil/Keterangan)
-          Ainul Yaqin (Dengan kenyataan)
-          Haqqul Yaqin (Yakin tanpa melalui dalil dan pembuktian).
Terhadap:
-          Dzat Allah : Wujud Esa, wujud Tunggal, Maha Agung, Berdiri dengan sendirinya, Tiada yang menyerupainya.
-          Sifat-sifat Allah : Maha Hidup, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Sempurna dengan segala Sifat-Nya.
Demikianlah sekilas tentang urutan maqam yang  dilalui oleh para sufi menuju ma`rifatullah. Semoga bermanpaat bagi para pembaca. Amin….

Disarikan dari “Jalan Menuju Ma`rifatullah dengan Tahapan 7 M, Ust.Asrifin S.Ag.

www.prabuwiku-prabuwiku.blogspot.com
                               

Kamis, 20 Januari 2011

MANAGEMENT SHALAT KHUSUK DAN NIKMAT

MANAGEMENT  SHALAT KHUSUK DAN NIKMAT
(Versi Idrus Sambo)
Tahap Persiapan:
1. Motivasi: – Shalat adalah Kewajiban
- Shalat adalah Kebutuhan
- Shalat adalah  uangkapan Rasa Syukur
2. Persiapan Waktu: Menunggu sesaat sebelum masuk waktu shalat
3. Menyempurnakan Syarat-syarat Shalat
Tahap Pelaksanaan:
1. Khusuk Fisik : – Bersikap Tenang
- Gerak Tumaninah
- Tidak melakukan gerakan lain
2. Khusuk Bacaan : – Bacaan Shalat dengan Tartil
- Tidak terburu-buru
- Suara memelas (tidak kenang, tidak pelan).
3. Khusuk Fikiran : – Hati ikut Membaca
- Mengerti Arti yang Dibaca
- Bahasa komunikatif, dialog, bahasa pribadi
4. Khusuk Perasaan/Nikmat :
- Merasa seolah-olah berjumpa dengan Allah
- Seolah-olah berdialog dengan Allah
- Menjabarkan bacaan Shalat
- Mengamalkan nilai-nilai Shalat
ORANG YANG KHUSUK SHALATNYA
- Meyakini bahwa mereka akan menemui Allah dn yakin akan kembali kepada-
Nya (S.Al-Baqarah:46)
PENGARUH DAN MANFAAT SHALAT YANG UTAMA
- Dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar (29:45).

TENTANG DZIKIR

  

TENTANG DZIKIR   

Aqidah
TENTANG DZIKIR
A. Macam-macam Dzikir
1. Dzikir bil  Amal (Dzikir dengan perbuatan)
2. Dzikir Aqliyah (Tafakkur, Tadabbur)
3. Dzikir bil Lisan (Takbir, Tahmid, Tahlil, Tashbih, Istighfar, dsb)
4. Dzikir bil Qalbi  (Dzikir dalam hati).
Dzikir juga terbagi kepada:
- Dzikir `Aam (umum) seperti : Dzikir bil Amal dan Dzikir Bil Qalbi
Karena dilakukan oleh seluruh anggota
badan, termasuk hati.
- Dzikir Khash (khusus) seperti :  Dzikir bil Lisaan.
Karena hanya berkaitan dengan kalimat-
kalimat dzikir yang diucapkan
- Dzikir bil Lisaan  dilakukan dengan :
-Cara Siir (Hanya terdengar oleh sendiri)
-Cara Jahar (terdengar oleh sekelilingnya)
Dzikir bil Lisan juga ada yang :
- Ma`tsur : Bersumber dari al-Qur`an dan Sunnah
- Ghaer Ma`tsur : Bersumber bukan dari al-Qur`an dan Sunnah.
Sedangan menurut Syech Ibnu Qayyim al-Jauziyyah :
- Ada dzikir terhadap Asma dan Sifat Allah
- Ada Dzikir terhadap perintah dan larangan Allah serta hukum-
hukum-Nya.
B. Keutamaan Dzikir
1. Mendapat ketenangan hati (S.Ar-Ra`d : 28)
2. Selalu diingat oleh Allah (S.Albaqarah: 152)
3. Mendapat perlindungan Allah pada hari Kiyamat (HR.Bukhari)
4. Dapat melepaskan pengikat syaitan saat bangun tidur (HR.Bukhari)
5. Menjadikan hidup ini lebih hidup (HR.Bukhari)
6. Dapat melunakkan hati (Hr.Tirmidzi)
7. Menjauh dari api Neraka (HR.Turmudzi)
8. Diliputi rahmat Allah dan diberkahi ketenangan (HR.Tirmidzi).
C. Objek Dzikir
1. Dzikrullah /mengingat Allah (S.Al-Ahjab:41)
2. Dzikrul Maut/mengingat mati (HR.Ibnu Majjah)(HR.Tirmidzi).
3. Dzikrul Adzab/mengingat adzab Allah (S.Al-Baqarah:48)
(S.Al-An`am:15).
D. Rahasia sebuah Istighfar
1. Pembuka Pintu Rejeki (HR.Ibnu Majjah)
2. Pembuka Pintu Syurga (HR.Bukhari)
3. Penghapus Dosa dan Kesalahan (S.Ali-Imran:135)(S.An-Nisa:110)
4. Mengurangi Siksa Akhirat (S.Al-Anfaal:33)
5. Meninggikan Derajat di sisi Allah (HR.Ahmad)(HR.Tirmidzi)
6. Membersihkn Hati (HR.Tirmidzi)
7. Memberikan Kekuatan yng luar biasa (S.Huud:52)(S.Huud:3).
E. Dzikir untuk Mewujudkan Hati yang Tenang
1. Sikap positif thingking (berfikir positif) terhdap masalah yang dihadapi
(HR.Bukhari Muslim)
2. Menerima Ketetapan Allah (S.Ar-Ra`du:11)
3. Ikhlash dalam bekerja (HR.Baihaqy)
4. Percaya diri dalam menghadapi berbagai persoalan hidup (Optimisme)
(HR.Turmudzi)
F. Etika Dzikir
1. Thaharah (bersuci) sebelum berdzikir (HR.Bukhari)
2. Berdzikir dengan Khusyuk (HR.Bukhari).
Wallaahu `Alam.
Semoga bermanfaat
Amiin……….


Minggu, 16 Januari 2011

RUKUN IMAN SEBUAH RENUNGAN

RUKUN IMAN SEBUAH RENUNGAN
(Konsep Al-Qur`an dan Hadits)


1. BERIMAN KEPADA ALLAH
    (S.Al-Ikhlash :1-4)
    
    Karena Tunggal Kasih-Mu
    Tercipta jamak makhluk-Mu
              Hanya ketunggalan-Mu
              Sandaran Serba Makhluk-Mu
     Makhluk-Mu bukan Anak-Mu
     Ada-Mu tanpa sebab-Mu
              Maha-Mu tanpa Misal-Mu.
                                                   
                                                                         2. BERIMAN KEPADA PARA MALAIKAT
                                                                             (S.At-Tahrim:6)


                                                                             Alam-mu alam Rohani
                                                                             Ruhmu ruh Suci
                                                                                             Rentangmu Khaliq dan Makhluk
                                                                                             Af`almu Amar Tuhanmu
                                                                              Taatmu tak kenal lelah
                                                                              Namamu Malikul Ghaib
                                                                                             Aku meyakinimu
                                                                                             Ada-mu dari Nur Tuhan-Mu.




3. BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
    (S.Ali Imran: 3-4)


    Matimu membuat Hidup-ku
    Ada-mu menjadi bimbingku
    Cahyamu Sumirat, menerangi segala Gelap
                    Lenyapkan kebodohan
                    Lenyapkan kekejaman
                                      Musnahkan kelicikan
                                      Musnahkan Fitnah
                    Bersihkan Permusuhan
                    Dan sebagainya....
                                      Jadikan Keerdasan
                                      Jadikan Kelunakan
                    Tumbuhkan Keadilan
                    Sambungkan Silaturrahmi
                                      Buktikan Perdamaian
                                      Dan sebagainya......
     Kaulah Imam Hidupku
     Aku yakin, Kaulah bentuk Firman Suci
     Dari Yang Mah Suci, untuk menjadikan
     Makhluk Suci, Agar mampu menuju tempat
     Yng Suci, kembali kepda Yng Maha Suci.
                    Nammu Kitb Suci
     Bagimu dan Umatmu Taurat Yaa.. Musa AS
     Bagimu dan Umatmu Injil Yaa... Isya AS
     Bagimu dan Umatmu Jabur Yaa...Daud AS
     Bagimu Rasul pilihan Muhammad SAW dan Umatmu 
     Al-Qur`an Kariim.


                                                                           
                                                                             4. BERIMAN KEPADA PARA RASUL
                                                                                 (S.Al An-`Aam:83-86. S.Yasiin:17,52)


                                                                                 Asalmu asalku pula
                                                                                 Bentukmu bentukku pula
                                                                                                 Namun Ada-mu pemikul Firman
                                                                                                 Khabarmu Khabar Khalikmu
                                                                                 Janjimu janji Khalikmu
                                                                                 Ancammu Ancam Khalikmu
                                                                                                  Di Mulutmu Khabar Syurga dan Bahagaia
                                                                                                  Di Mulutmu Khabar Nerakan dan Nestapa
                                                                                 Gerak langkahmu Pola hidupku
                                                                                 Hidup uamtmu pada zamanmu
                                                                                                   Aku meyakinimu, kaulah para rasul
                                                                                                   Ada-mu terpilih oleh Tuhanmu
                                                                                 Hiasmu: Tabligh, Siddiq, Amanah, dan Fathanah.


5. BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
    (S.Al-Baqarah:4-5)


    Saat-mu tak Kunanti, namun Pasti..
    Datangmu tak Kujemput, namun Tak luput
    Harimu akan Tiba....
                        Tatkala Gunung Hancur, Bumi rata
                        Tak ada lagi lambaian Daun pepohonan
                        Tak ada lagi Semilir angin meniup
                        Tak ada Hangat Mathari
                        Tak ada Tanda Kehidupan
     Alam musnah berubah Alam baru
     Dimana Maha Tunggal membangkitkan
     Segala Cipta-Nya, yang telah mati
                        Kembali........Hidup..........
                        Alam hidup yang berbeda
                        Dari Alam Tanam memasuki Alam Panen
     Di sini, di alam ini, penanam Padi akan memanen Padi dengan hasil yang melimpah
     Di sini, di alam ini pula, penanam padi akan rugi, karena padinya tidak berbuah,
     Bahkan banyak yang tidak tumbuh.
                         Di sini, di lm ini, segala perbuatan sebesar dan sekecil apapun akan diperhitungkan.
                         Aku meyakinimu, kaulah Hari Penghabisan.


                                                         
                                                                              6. BERIMAN KEPADA TAQDIR
                                                                                  (Al-Hadits)
                                                                                  Mauku terkadang bukan Hendak-Mu
                                                                                  Hendak-Mu terkadang bukan Mauku
                                                                                                Kelebihanku tidak tak terbatas
                                                                                                Kekuranganku tidak tak terbatas
                                                                                  Sering Aku menyerah karena Lelah
                                                                                  Sering Aku berontak namun Kandas
                                                                                                Ruang gerakku membentur dinding
                                                                                                Aku.........tak berdaya...
                                                                                  Terkadang, dalam ketidakberdayaan
                                                                                   Kau berikan Rahmat-Mu
                                                                                                 Terkadang, dalam keperkasaanku
                                                                                                 Kau timpakkan malapetaka
                                                                                   Mungkin itulah Taqdir-Mu
                                                                                   Namun aku tetap berusaha
                                                                                                  Ku terima taqdir baikku, karena dari-Mu
                                                                                             Ku terima taqdir jelekku, karena dari-Mu pula
                                                                                   Aku meyakininya.....
                                                                                    Karena Taqdir, maka Aku beramal
                                                                                     Karena Taqdir, maka ada pahala
                                                                                    dan Siksa........




prabuwiku-prabuwiku.blogspot.com

BOLEH PERCAYA BUKAN UNTUK DIYAKINI

Ada suatu perhitungan para orang tua yang sampai saat ini masih dianggap sesuatu yang hasilnya sering terbukti. Yang menjadi permasalahan adalah sejauhmana tingkat kepercayaan mereka terhadap hasil perhitungan tersebut.Apakah hanya sampai percaya saja seperti kepercayaan mereka terhadap segala sesuatu yang mungkin ? Atau berlanjut sampai kepada suatu keyakinan yang nantinya akan sangat tergantung kepada perhitungan-perhitungan seperti itu ?Apabila ternyata suatu perhitungan dengan hasilnya menyeret kita kepada keyakinan yang merampas atau menggerogoti aqidah, maka jelas itu tidak boleh. Jadi bagaimana sikap kita terhadap suatu perhitungan-perhitungan yang menggunakan suatu rumus tertentu sehingga sering membuktikan bahwa ternyata perhitungan dengan hasilnya cocok dengan kenyataan yang ada ?
Berikut ada suatu pengalaman yang telah dicoba dengan perhitungan-perhitungan tertentu sehingga membuktikan hampir 80 % hasilnya cocok dengan realita.
Untuk kepentingan perhitungan, dibutuhkan pedoman baku seperti berikut:
1. Naktu Hurup:
     Ha= 1                    Da= 6                      Pa= 11              Ma= 16
     Na= 2                   Ta=  7                    Dza= 12               Ga= 17
     Ca= 3                    Sa= 8                      Ja= 13                Ba= 18
     Ra= 4                    Wa= 9                    Ya= 14              Tha= 19
     Ka= 5                    La= 10                  Nya= 15             Nga= 20

2. Naktu Hari:
     Minggu = 5. Senin = 4. Selasa = 3. Rabu = 7. Kamis = 8. Jum`at = 6. Sabtu = 9
Mari kita coba beberapa perhitungan tentang :
A. Nama Seseorang (jumlah naktu nama + naktu hari lahir)
     Untuk kepentingan perhitungan suatu nama bagi seseorang adalah sebagai berikut:
    
     A1                M               AL              AJ               A2               M
      1                   2                 3                 4                 5                  6
      7                   8                 9                10               11                12
     13                 14               15               16               17                18
     19                 20               dst              dst               dst               dst


     A1 = Baik     
      M = Penyabar, Tabah menanggung ujian/cobaan, sederhana
     AL= Pemberani, pencinta ilmu, bertengkar karena benar
     AJ = Suka melaksanakan hal-hal yang bertentangan dengan agama
    A2 =  sama dengan A1
      
    Contoh perhitungan:
    Misalkan nama " Baraja "  lahir  hari "Senin "
    Perhitungan:    Ba = 18    ra = 4     ja = 13    Jumlah : 34
                                                                        Senin   :  4
                                                     Jumlah                    : 38
   Apabila kita telusuri ternyata angka 38 jatuh pada jalur M. 
   Kesimpulan: Nama Baraja dan lahir pada hari Senin memiliki sifat penyabar, tabah dan sederhana.

B. Nama dan Tempat (jumlah naktu nama + jumlah naktu hari lahir + jumlah naktu tempat)
     Contoh perhitungan:
     Apabila nama Baraja tinggal di tempat/kampung bernama " Telaga " maka 38 ditambah jumlah naktu hari.
     Naktu harinya terdiri dari : Te=Ta = 7       la = 10      ga = 17     jumlah = 34.
     Jadi : 38 + 34 = 72. Angka 72 apabila ditelusuri jaduh pada jalur  M juga.
     Kesimpulan : Apabila   "Baraja " bertempat tinggal di kampung Telaga, maka keadaannya adalah penyabar, sering menerima cobaan namun kuat dan tabah menerimanya. Sedangkan kehidupan dunianya bertahap tidak spontan berhasil, artinya melalui perjuangan yang lumayan panjang.
Wallaahu `Alam.

Selamat bertemu pada seri perhitungan lainnya.

www.prabuwiku-prabuwiku.blogspot.com